30 Januari 2009

Pasar Caleg

Sekarang ini dimana saja, kapan saja, siapa saja bisa lihat apa yang dinamakan promosi caleg (calon legislatif), baik caleg DPRD Tk II, Tk I, DPR Pusat dan DPD, bisa berupa billboard besar dan kecil, selebaran, gambar di kaca datau disamping mobil (bayangkan bila dipasang di samping bis besar), di radio, di TV, di kartu nama, di koran (lokal), di majalah, di tabloid, bahkan ada di tabloid kalangan sendiri. Semuanya menampilkan citra diri, kelebihan, kekuatan, empati, simpati dan lain-lain kepada yang membaca dengan caranya masing-masing. Hal ini membuat ruang publik menjadi ramai dengan promosi-promosi mereka, berdiri dan menempel pada semua sudut, terutama pada daerah pertemuan yang dianggap strategis. Sehingga membuat kita sebagai pengguna jalan, pengguna ruang publik dan sebagai orang yang numpang lewat menjadi tidak bisa melihat kearah yang kita ingin liat, semuanya sudah dipenuhi dengan iklan caleg tersebut. Bagaimana kita bisa melihat sebuah pohon hijau dan rindang, jika dibatang pohon berjejal foto caleg dan diatas pohon tegak sebuah bendera partai. Bagaimana kita bisa melihat bagusnya sebuah desain arsitektur jika didepan bangunan itu juga berjejal baliho iklan caleg. Bagaimana kita bisa melihat indahnya taman di lokasi umum jika didepan, dibelakang, disamping kanan dan kiri juga berjejal iklan caleg. Bagaimana kita bisa mendengar musik yang bagus jika setiap saat radio mempromosikan caleg yang beriklan lewat radio tersebut. Saya secara pribadi sudah menjadi tidak nyaman melihat semua iklan caleg tersebut dan mendengar promosi caleg diradio, apalagi berhenti di lampu lalulintas dan mobil didepan itu juga menampilkan iklan caleg.

Tidak ada yang salah dengan mereka dalam mempromosikan diri mereka, karena mereka harus menampilkan diri mereka kepada masyarakat supaya mereka bisa dipilih masyarakat dan menjadi anggota DPRD, DPR dan DPD yang terhormat. Cuma masalahnya adalah iklan mereka sudah terlalu banyak. Semakin banyak uang mereka yang dipakai untuk promosi, semakin banyak pula kesempatan mereka tampil dimana-mana, sehingga diseluruh sudut kota dan propinsi terpampang iklan orang yang sama.

Tetapi menurut saya tetap ada yang salah, bagaimana saya tahu kalau mereka mempunyai integritas, mempunyai kemampuan berpikir, mempunyai visi dan misi, mempunyai strategi, mempunyai idealisme, mempunyai pandangan terhadap sebuah masalah, mempunyai motivasi dalam mengembangkan konsep pembangunan, mempunyai sikap kritis tanpa kepentingan pribadi, mempunyai simpati dan empati terhadap masalah masyarakat dan negara. Kemudian apakah saya tahu, apakah mereka ini fanatik terhadap agamanya, apakah mereka bercita-cita mendirikan negara tertentu, apakah mereka apatis terhadap agama tertentu, apakah mereka selalu curiga terhadap kegiatan minoritas, apakah mereka mau berjuang demi sebuah kebenaran. Apakah saya akan tahu dan lain-lain, jika yang ditampilkan HANYA FOTO, SLOGAN, PARTAI dan NOMOR URUT pencoblosan. Saya tidak tahu apa-apa terhadap mereka sehingga mengapa saya harus memilih mereka. Jadi saya tidak akan memilih mereka. Saya akan memilih seseorang yang saya kenal saja, yang saya tahu track recordnya, baik di kegiatan umum maupun di kegiatan politik. Atau saya tidak akan memilih siapapun karena saya tidak tahu lagi siapa yang layak untuk mewakili saya di legislatif.

Saya cuma mau menyarankan, buatlah sebuah atau lebih media yang bisa mempertemukan antara satu atau lebih caleg ini sehingga konsep pertemuan ini tidak lagi menjadi satu arah (iklan satu arah) tetapi masyarakat juga bisa merespon iklan mereka, bahkan bisa langsung bertanya apapun kepada mereka. Media tersebut bisa saja talk show di radio, atau sebuah website dan dibuat sebuah halaman untuk berkomunikasi, atau sebuah blog dan dibuat sebuah diskusi, atau sebuah email, nomer telepon rumah atau selular, atau bahkan sebuah nickname yahoo messenger, MSN messenger, GTalk, ICQ, Jabber, Skype dan lain-lain. Atau bahkan sebuah account Facebook untuk menampilkan komunikasi yang lebih efektif. Dengan begitu masyarakat (yang gak gaptek) bisa langsung menanyakan apa yang bisa mereka lakukan jika masyarakat memilih mereka.

Jadi disetiap iklan mereka, apapun bentuknya, bisa disertakan nomer telepon, jadwal talk show mereka, atau website, atau blog, atau email, atau sebuah atau lebih nickname messenger supaya bisa langsung berhubungan dengan masyarakat.

06 September 2008

Menerima Keadaan Apapun Yang Terjadi

Ada dongeng cina kuno tentang seorang lelaki tua yang pandangan hidupnya sangat berbeda dari orang lainnya disebuah desa.

Orang itu memiliki seekor kuda dan pada suatu hari kuda tersebut minggat. Tetangganya datang dan merasa prihatin kepadanya atas kejadian yang menimpanya itu. Jawabannya mengejutkan mereka ” Tapi bagaimana kalian tau kejadian ini jelek?” Ia bertanya. Beberapa hari kemudian kudanya kembali, malah bersama dengan dua ekor kuda liar. Kini lelaki tua itu memiliki 3 ekor kuda. Pada saat itu, para tetangganya memberikan ucapan selamat atas nasib baiknya itu. “Tapi bagaimana kalian tahu kejadian ini bagus?”. Katanya pula. Dan esoknya ketika putranya sedang mencoba menunggangi salah satu kuda liar itu, dia terpelanting dan patah tulang kakinya.

Lagi-lagi tetangganya berdatangan menghibur pak tua atas kemalangan yang menimpa putranya. “Tapi bagaimana kalian tau kejadian itu jelek?”. Ia menimpali. Sejak saat itu, para tetangganya memutuskan tak akan memperdulikan dan tak ingin berurusan dengannya. Akan tetapi kemudian datanglah jenderal melalui desa itu dan mengajak semua kaum muda yang berbadan tegab untuk maju kemedan perang dan putra lelaki itu tudak ikut serta karena tubuhnya tak memungkinkan.

Kita semua akan menuju kehidupan yang jauh lebih tenteram, jika berlaku sabar melalui segala keadaan yang terjadi. Bahkan mungkin akan tersinggung dan tertekan kenangan pahit bila teringat kembali, namun kejadian itu mungkin bermanfaat dalam kehidupan anda kelak.

Barangkali saat menoleh kebelakang, anda akan tampak bahwa pengalaman itu justru yang membangkitkan kemajuan. Pengalaman itu membuat anda lebih “Anda” yang sekarang. Tanpa pengalaman lama yang dibenci, anda tak akan memperoleh kepribadian seperti sekarang.

Gaya Hidup Orang Kaya

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.

Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul “The Millionaire Mind”

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:

1. Orang-orang tersebut FRUGAL = HEMAT
Artinya: Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos).
Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: “Overcoming worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His word”

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan
contoh: Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka “man of production” bukan “man of consumption”

6. Ketika ditanya kunci suksesnya;
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.

7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya: dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini
menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

9. Religious millionaire
Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah TUHAN.